Hiburan Bantaeng|Politik Bantaeng|Wisata Bantaeng|dan segala keunikan Kabupaten Bantaeng. Salah satu daerah terbaik di Sulawesi Selatan.

Kamis, 13 Oktober 2016

BUPATI BANTAENG NURDIN ABDULLAH: Membangun Trust Bagi Investor


Nurdin Abdullah memberikan banyak perubahan bagi Kabupaten Bantaeng. Profesor bidang agrikultur itu menyulap kawasan langganan banjir menjadi pusat agrowisata dan destinasi yang aduhai.
Pengalamannya memimpin Bantaeng juga telah diganjar sedikitnya 75 penghargaan nasional dan internasional. Untuk mengetahui gagasan-gagasannya, Bisnis mewawancarainya belum lama ini. Berikut petikannya.
Apa visi Kabupaten Bantaeng dalam beberapa tahun ke depan?
Kabupaten Bantaeng merupakan kota tertua di Sulawesi Selatan. Kami baru saja merayakan hari jadi Bantaeng yang ke-761. Bantaeng, pada zaman dahulu, merupakan pusat pemerintahan Belanda dan membawahi lima kabupaten,. Pada saat itu disebut sebagai afdeling. Lantas setelah beralih menjadi pemerintahan, Kabupaten Bantaeng ini menjadi suatu daerah yang jauh dari kemajuan.
Pada 2008, saya mendapat amanah dari rakyat, melalui pemilihan langsung oleh rakyat dan saya diwariskan suatu daerah yang masuk sebagai 199 daerah tertinggal. Mengapa dia tertinggal? Pertama, karena infrastruktur yang sangat kurang. Kedua, bencana alam terutama banjir yang terjadi setiap tahun. Ketiga, produksi pertanian yang terus menurun.
Padahal kalau dilihat dari sejarah, Bantaeng ini dulu merupakan salah satu pusat pemerintahan Belanda. Artinya ada sesuatu yang unggul di situ, sehingga pada 2008/2009 kami menetapkan Bantaeng itu sebagai pertama, kota jasa. Kedua, sebagai pusat pengembangan benih berbasis teknologi. Ketiga, karena wilayah kami yang kecil maka Bantaeng dikembangkan sebagai pusat pengembangan industri.
Ketiga pilar ini menjadi visi Bantaeng.
Yang lain, di awal kepemimpinan saya, saya mengajak masyarakat Bantaeng untuk mengembalikan kejayaan Bantaeng. Alhamdulillah, secara bertahap mulai dari banjir, kami bisa atasi sekaligus penyediaan air musim kemarau juga dapat kami amankan dengan membangun cekdam pengendali banjir, dan beberapa waduk-waduk tunggu.
Masyarakat juga kami ajak utnuk bercocok tanam dengan sistem konservasi supaya lahan tidak terdegradasi. Alhamdulillah, pada 2011, kami sudah bisa menikmati kota yang terhindar dari banjir, tentunya karena curah hujan juga yang mulai normal.
Setelah banjir teratasi, kami mulai menata infrastruktur kota. Kalau dicermati, Bantaeng itu dulu kota yang cukup besar, tetapi karena abrasi pantai, akhirnya kota ini mengecil. Saya kemudian merevitalisasi kota dengan membangun fasilitas seperti alun-alun, sport center,rumah sakit, dan pusat kuliner.
Hasilnya, sekarang Bantaeng tidak lagi dilirik sebelah mata, tetapi Bantaeng telah menjadi destinasi. Kemudian, Bantaeng juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di bagian selatan Sulawesi Selatan.
Dengan APBD yang terbatas, sektor mana yang menjadi andalan?
APBD Bantaeng pada 2008 itu hanya Rp281 miliar. Belanja pegawai saja sekitar 62%. Ini menjadi tantangan kami untuk memberikan kemakmuran kepada masyarakat. Kami tidak punya industri, dan hanya sebagai ibu kota kabupaten yang sepi. Kami tentunya tidak bisa berharap banyak dari jasa sehingga 74% tumbuh dari sektor pertanian.
Setelah 7 tahun memimpin Kabupaten Bantaeng, kota mulai tertata rapi, geliat ekonomi mulai tumbuh di seluruh pelosok karena infrastruktur sudah terbangun baik, jarak antara kota dan desa semakin cepat dijangkau karena jalan-jalan sudah semakin baik dan lebar.
Boleh dikatakan, masyarakat secara sadar mulai membangun ekonominya. Lahan yang tadinya tidak optimal menjadi optimal. Kami mendorong kapasitas para petani dan pemerintah juga terus menjaga segala kebutuhan petani.
Kami bersyukur pada 2013, karena Bantaeng cukup lengkap, terdiri dari delapan kecamatan dan ada satu kecamatan yang unik karena curah hujan yang rendah dibandingkan dengan tujuh kecamatan lainnya.
Bantaeng cukup lengkap, sehingga kami mencoba mengubah satu kecamatan yang kurang curah hujan. Karena pertanian kurang berhasil, kadang tiga kali menanam tetapi hanya bisa panen sekali sehingga kami coba supaya daerah itu kami canangkan sebagai kawasan pengembangan industri.
Saat ini, dari lahan 3.000 ha, 1.000 ha sudah habis dijual. Ini juga yang menjadi peningkatan pendapatan masyarakat, tadinya tanah yang tidak bernilai apa-apa, setelah masuknya industri ini justru menikmati hasil yang baik.
Apa saja tantangan ekonomi di Bantaeng?
Memang kalau dilihat, di awal kepemimpinan saya, beberapa kendala yang kami hadapi ialah pertama, infrastruktur sebagai akselerasi yang mendukung ekonomi. Kedua, ialah pola pikir masyarakat yang cenderung lebih konsmtif, dan ketiga birokrasi yang cenderung panjang dan tidak pasti.
Ini yang coba kami benahi, bagaimana menyediakan infrastruktur secara merata, secara adil kepada seluruh masyarakat. Yang lainnya ialah bagaimana perbankan ini ikut mendorong, jangan mereka hanya cari mudahnya tetapi di belakang jadi sulit. Misalnya minjam uang di rentenir, ini kan sebenarnya sesuatu yang tidak masuk akal sehat. Bagaimana mungkin buka usaha dengan pinjaman dari rentenir yang bunganya 30% per bulan. Itu kan luar biasa mahal, secara hitung-hitungan usaha ga masuk.
Saya berkeyakinan dengan gerakan saya selama tujuh tahun ini, dengan menyiapkan berbagai fasilitas-fasilitas termasuk bagaimana menjadikan Bantaeng sebagai kabupaten sehat, Bantaeng menjadi kabupaten yang ramah investasi, dan bagaimana menciptakan Bantaeng menjadi ramah orang berusaha.
Dulu, daya beli masyarakat sangat rendah, sekarang inflasi sudah kami kendalikan, pertumbuhan ekonomi kami tinggi, pendapatan per kapita naik, daya beli masyarakat naik.
Seiring dengan peningkatan daya beli, sekarang itu kalau malam itu sudah ramai, bukan hanya malam minggu saja dan masyarakat sudah menikmati. Satu keuntungan kami ialah bahwa kota-kota kabupaten tetangga juga ikut malam minggu di Bantaeng, bahkan dari Makassar sudah banyak. Sama lah dengan Jakarta yang masuk ke Jawa Barat di Bandung atau puncak.
Menurut saya, Bantaeng ini kotanya cukup lengkap, ke kawasan alam dekat, ke kawasan wisata pantai dekat, apalagi ke kawasan wisata agro, jalan sudah lebar. Itulah yang membuat masyakrat Bantaeng menjadi bangga.
Bagaimana menyiapkan pariwisata sebagai sektor ekonomi andalan?
Ya, jadi kami punya wisata pantai, kami sebut sebagai Pantai Marina Korong Batu. Ada wisata alam, air terjun, permandian alam, jadi macam-macam. Yang terakhir ini wisata kuliner, kalau malam itu ramai sekali di alun-alun.
Kami juga punya restoran terapung. Kami punya maket, tapi untuk memenuhi sekaligus tidak mungkin, makanya kami upayakan secara bertahap. Yang mana yang mampu dilakukan oleh APBD, mana yang bisa kita sinergikan dengan provinsi dan pusat. Alhamdulillah kami bisa selesaikan.
Bagaimana komunikasi dan sinergi dengan dunia usaha?
Jadi memang salah satu kendala kami ialah bunga bank yang masih terlalu tinggi, itu pertama. Ini yang harus kami breakdown. Kedua, birokrasi terutama perizinanan itu kami buat lebih simpel dan pasti. Misalnya, urus ini dan itu, cuma dua hari. Kalau 2 hari ngga selesai, itu tanggung jawab di mana barang ini menjadi terhambat. Izin menjadi gratis, yang menghambat ini yang mengembalikan uang negara.
Kami juga mulai tahun kemarin, kami mulai mempermudah lagi terutama perpanjangan izin. Jadi, kami tidak menunggu orang datang ke kami. Database kami perbaiki dan kelihatan usaha apa saja yang akan berakhir masa usahanya, lalu kami perpanjang otomatis, antarkan kepada mereka.
Saya yakin bahwa tanpa dunia usaha kami ga mungkin dapat anggaran untuk pembangunan melalui pajak. Dunia usaha juga ciptakan lapangan pekerjaaan, banyak keluarga yang bisa dihidupi.
Bagaimana komposisi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Bantaeng?
Sekarang ini masih rata-rata didominasi PMA karena masyarakat Bantaeng itu lebih banyak ke sektor riil, sekarang kami terus mendorong industri skala menengah, industri skala besar, dan skala kecil. Mudah-mudahan saja beberapa tahun ke depan kawasan industri yang 3.000 ha ini semuanya bisa dimanfaatkan oleh investor.
Apa saja strategi untuk menarik minat investor?
Saya kira tidak sulit. Pertama ketika ada trust, mereka pasti akan tertarik. Kedua, ada kepastian, dan ketiga perbaikan sistem pelayanan kami.
Investor itu sebenarnya butuh kita, cuma terkadang mereka ngeri karena membayangkan panjangnya birokrasi karena pelayanan yang tidak pasti. Ini sebuah hambatan yang sebetulnya perlu kita carikan solusi. Karena jujur saya katakan tidak ada negara yang maju tanpa investasi.
Kami di Bantaeng dengan kemampuan kami yang terbatas, kami terus mendorong masuknya investasi-investasi. Ini kemarin ada beberapa lagi yang sudah datang dan menyatakan kesiapan untuk berinvestasi di Bantaeng. Itu tadi kerena mereka melihat Bantaeng itu aman, tenang, dan kemudian masyakaratnya menerima dan terbuka.
Ada beberapa proyek strategis di Bantaeng, ada smelter nikel, kawasan industri, pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), pembangunan Pelabuhan Mattoangin.
Bagaimana progres dan arah pembangunannya?
Kalau smelter ya kami maklumi karena penurunan harga nikel dunia. Namun, mereka tidak surut, mereka justru semakin semangat membangun industrinya, mereka lakukan itu karena melihat pemerintah serius untuk wujudkan itu. Kendala kami kemarin itu listrik saja, tetapi Kabupaten Jeneponto sekarang sedang membangun, ditambah lagi PLN 100 megawatt, jadi kami bisa surplus energi.
PLTHM, ini kami harapkan pada Februari sudah produksi. Listrik sudah bisa dinikmati masyarakat karena sejauh ini tidak ada hambatan.
Adakah rencana pembangunan untuk bantaeng dalam jangka pendek, menengah, dan panjang?
Kami harapkan Bantaeng ini terus berkembang, minimal menjadi kota madya karena bagaimanapun status kota madya itu membuat orang lebih mengenal sebagai kota. Jadi berbeda dengan kabupaten, kadang di kabupaten itu nyari hotel saja susah. Nah, dengan nama kota, kami lebih bisa meyakinkan investor untuk masuk, termasuk investor domestik karena jujur saya katakan setiap malam minggu itu, semua hotel di Bantaeng itu penuh.
Dari berbagai sektor strategis, mana yang menjadi prioritas?
Kami harus bersamaan bergeraknya, termasuk kami lagi membangun akademi komunitas. Ini kerja sama kami dengan Kementerian Perindustrian. Jadi, kami merekrut orang, menerima orang itu by order.
Misalnya, perusahaan minta tenaga kerja 50 orang, tapi skill-nya spesifik, misalnya kelistrikan. Misalnya, dari Panasonic minta 50 orang, berarti dia betul-betul siap pakai, itu yang kami sebut akademi komunitas.
Kedua, technopark. Ini kerja sama kami dengan BPPT, kami akan menjadikan Bantaeng ini sebagai ahli benih, sudah jalan nanti akan kami perkuat.
Terakhir, kami juga terus mendorong supaya rumah sakit kami yang mencapai delapan lantai ini bukan hanya cashing-nya tetapi juga sampai ke pelayanan dasar.
Apakah Anda memiliki benchmark dari kota lain di dunia untuk membangun Bantaeng?
Kami memoles Bantaeng ala Bantaeng. Tentu saja kami tidak menutup kemungkinan mengadopsi dari negara lain seperti dari Jepang dalam adopsi ambulance mobile.
Sistemnya kalau ada yang sakit atau kecelakaan cukup telpon ke nomor tertentu, missal 113. Dokter dan perawat itu akan datang ke rumah dan ini berhasil menurunkan angka kematian ibu melahirkan menjadi nol karena itu tadi ada akses yang bisa dimanfaatkan masyakat.
Kalau saya melihat Bantaeng ini menjadi salah satu kabupaten spesifik, kalau orang mau week end jangan ke mal aja, bawa keluarga ke wisata agro. Pada Februari sampai Maret ini musim buah-buahan, datanglah ke Bantaeng, wisata kuliner dan wisata agro. ()

BIODATA
Nama : Prof. Nurdin Abdullah
Tempat/Tanggal Lahir : Pare-pare, 7 Februari 1963

Riwayat Pendidikan :
1994, S-3 Doctor of Agriculture Kyushu University, Jepang
1991, S-2 Master of Agriculture Kyushu University, Jepang
1986, S-1 Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin, Indonesia
Riwayat Pekerjaan:
2008 – sekarang, Bupati Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan
Director of Kyushu Medical Co. Ltd. Japan
President Director of Global Seafood Japan
Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia
Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin
Sumber: Koran Harian Bisnis Indonesia
Share:

Bantaeng Unik

Bantaeng Unik

Total Kunjungan

Sparkline2592020

Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *