Hiburan Bantaeng|Politik Bantaeng|Wisata Bantaeng|dan segala keunikan Kabupaten Bantaeng. Salah satu daerah terbaik di Sulawesi Selatan.

Senin, 03 Oktober 2016

Kawasan Industri Bantaeng Tarik Investasi Rp 55 Triliun

Sumber: Investor Daily



Kawasan Industri Bantaeng (Bantaeng Industrial Park/BIP) diperkirakan menarik investasi sebesar US$ 5 miliar atau Rp 55 triliun. Investasi sebesar itu akan dikucurkan sejumlah perusahaan asal Tiongkok.
BIP dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pemkab menargetkan BIP menjadi kawasan industri mineral terintegasi terbesar di Sulsel. BIP siap menampung ekspansi besar-besaran perusahaan Tiongkok ke Indonesia.
Wakil Ketua Dewan BIP Vince Gowan menyatakan, sekitar empat pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel dan bijih besi akan beroperasi di BIP tahun depan. PT Titan Mineral Utama dan Huadi Group akan mendatangkan peralatan pada Juli dan September 2014.
"Pembangunan smelter membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun. Setelah itu, investor lain akan menyusul membangun smelter di BIP," kata Vince di Jakarta, Selasa (3/6).
Vince melanjutkan, delapan smelter bijih besi dan nikel akan beroperasi di Bantaeng. Nilai investasinya sekitar US$ 2,4 miliar atau US$ 300 juta per smelter. Selain membangun smelter, investor menggelontorkan dana US$ 600 juta untuk proyek pendukung, seperti pengadaan limestone, air bersih, dan material konstruksi. Dengan demikian, total investasinya mencapai US$ 3 miliar.
Menurut dia, investor Tiongkok China Harbour Group akan membangun pelabuhan senilai US$ 1 miliar di kawasan tersebut Perusahaan itu telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemkab Bantaeng.
Untuk memenuhi pasokan listrik smelter-smelter tersebut, dia menyatakan, akan dibangun pembangkit listrik senilai US$1 miliar. Proyek ini akan dieksekusi oleh China Shenhua Guohua Power Group.
"Jadi, total investasi yang akan diserap BIP mencapai US$ 5 miliar. Kawasan ini disiapkan menjadi klaster industri berbasis nikel dan bijih besi. Dalam master plan yang disampaikan kepada pemerintah, akan dibangun kota baru di BIP,"papar dia.
Bisnis Menjanjikan
Dalam pandangan dia, prospek industri berbasis nikel sangat cerah. Sebab, harga nikel naik tajam sepanjang tahun ini, seiring berlakunya larangan ekspor mineral mentah yang dijalankan Indonesia. Harga nikel di London Metal Exchange (LME) naik dari US$ 13 ribu per ton menjadi US$ 20 ribu per ton.
"Dengan harga itu, return of investment (ROI) investasi pengolahan nikel butuh waktu 2-3 tahun. Harga itu diprediksi terus naik mendekati US$ 30 ribu per ton. Pada posisi itu, ROI hanya butuh 1-2 tahun," kata dia.
Sejalan dengan itu, dia menuturkan, investor membangun smelter secepat mungkin untuk memanfaatkan momentum kenaikan harga nikel. Produksi smelter di BIP akan digunakan untuk mensubtitusi produk impor dan diekspor. Sebagai ilustrasi, sebagian besar pig iron masih diimpor.
"Di BIP nantinya juga ada industri hilir mineral. Indonesia belum memiliki industri baja tahan karat (stainless steel). Nanti industri itu dibangun di BIP," kata Vince.
Tahap awal, dia mengatakan, kebutuhan listrik smelter akan dipasok PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Masing-masing perusahaan akan menandatangani kesepakatan dengan PLN untuk mengamankan pasokan listrik sebesar 40-80 megawatt (MW) per smefterpada 2015.
"Salah satu perusahaan sudah menandatangani kesepakatan itu dengan PLN. Jadi, tidak hanya MoU, karena komitmen investasi jadi harus ada aspek legal binding," kata Vince.
Sementara itu, Dirjen Basis Industri Manufaktur (BIM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto mengatakan, pada 19 Juni 2014, akan diadakan pertemuan bersama investor dan pihak terkait proyek BIP di kantor Kemenperin.
"Kami harapkan realisasi investasi yang mencapai US$ 5 miliar ini bisa lancar. Karena itu, semua pengurusan perizinan, infrastruktur, dan iklim usaha akan kita bantu. Ini adalah dalam rangka program hilirisasi. Kami akan fasilitasi," kata Harjanto.
Share:

Bantaeng Unik

Bantaeng Unik

Total Kunjungan

Sparkline2592020

Kritik & Saran

Nama

Email *

Pesan *